Puisi

Bukan Kucing Oren

Dia memang bukan Muezza Yg pernah merasakan usapan lembut tangan sang Nabi tercinta Yg selalu terlimpah kasih sayang Abdurrahman Bin Shakhr sahabatnya Dia hanya kucing biasa Yg diciptakan oleh yang Maha Luar Biasa Untuk manusia biasa Dan dialah si tanpa nama Yg darah kucing oren terpapar di telinganya.

Advertisements
Puisi

Yang Tertunda

Merangkak ku berlepas dari masa-masa yang tak lagi sama Menghilang ku dari setiap makna bahagia yang tak dapat kudekap Hilir mudik ku meraup sisa-sisa hakikat Membawanya pergi hingga akhir hayat Melangkah ku di setiap sudut jalanan Menelisik raut wajah manusia ibukota Lalu lalang mencari secercah senyum lewat kesederhanaan Menjadi ramuan dari seteguk harapan Agar kelak… Continue reading Yang Tertunda

Puisi

Suatu Hari

Menerka setiap sudut kisah Adakah arah tak akan tersalah Adakah langkah tak akan tergoyah Lika liku pencarian diri Menjemput makna yang selalu saja semu Hadir, lalu memudar tak tau waktu Membuat bertanya-tanya pada semesta, "Maksudnya apa?," "Maksud yang Puan pinta dalam doa," bisiknya Baiklah, hibur diri Semesta hanya sedang mentaati titah Sang Pemilik Kerajaan langit… Continue reading Suatu Hari

Catatankita, Puisi

Puisi Hari Ini #1: Tentang Bulan

Oleh : Al Fatih '19 Bagaikan menunggu beduk berbunyi. Disitu kerap kali hidup sandi kala. Menyerang alunan hidup, kian tak bersuara. Nampak jelas rona kusut dalam seni kala ia memainkan. Pernah kau mendengar angin ribut yang tiada bertepi hentinya? Mungkin seperti itulah Keinginannya tuk dapat merapihkan sendi sendi kehidupan. Mustahil Mungkin itu kalimat yang tepat.… Continue reading Puisi Hari Ini #1: Tentang Bulan

Puisi

Yang Tak Pernah Alfa

Lewat duri-duri ini Kumencari celah untuk melangkah Sebening itukah serpihan kaca Hingga aku sempat terluka dan hampa Segoyah itukah jembatan di sana Mendebar jantung setiap kaki melaju Hingga akhirnya aku sampai jua Bukan karena aku bisa Tapi tersebab doamu yang tak pernah alfa